Kritik Penanganan Unjuk Rasa, Polda Gorontalo: Polri Jamin Keamanan Asalkan Tidak Merusak Fasilitas Umum

by -197 Views

REDAKTUR.ID – Berbagai kritikan disampaikan oleh peserta Program Jumat Curhat Polda Gorontalo, terkait dengan penanganan Polri terhadap pengunjuk rasa.

Seperti halnya yang disampaikan Meyske Abdullah perwakilan organisasi buruh FSPMI menyampaikan terkait penanganan Polisi terhadap aksi unjuk rasa.

“kepada pihak Polri agar lebih Humanis penanganan massa aksi, dan memberitahukan apa yang tidak bisa di lakukan saat melaksanakan aksi unjuk rasa, agar tidak terjadi benturan antara massa aksi dengan pihak Polri,” kata Meyske Abdullah.

Dalam kesempatan itu juga Meyske mengapresiasi pihak Polri, dalam mempersiapkan diri menjelang Pemilu 2024, dengan harapan seluruh tahapan berjalan dengan damai.

Terkait hal tersebut, Dir Krimum Polda Gorontalo Kombes Pol. Nur Santiko mengatakan jika kemerdekaan dalam berpendapat sudah dijamin undang-undang.

“Hanya saja, kebebasan itu sering disalah artikan. Bebas menyampaikan pendapat, bukan memaksakan pendapat,” kata Nur Santiko.

Pihak Polri, lanjut Nur Santiko, hanya mengawal dan mengamankan apa yang sudah menjadi hak masyarakat ataupun mahasiswa dalam menyampaikan pendapat didepan umum, termasuk menjaga fasilitas umum.

Polisi bukanlah musuh masyarakat, agar tidak terjadi benturan dengan massa aksi, diharapkan juga massa aksi tidak merusak fasilitas umum.

“Saat ini banyak massa Aksi yang mengemukakan pendapat di muka umum dengan melakukan pengrusakan aset negara,hal tersebut sudah melanggar hukum dan sepantasnya Polri mengambil tindakan secara terukur,” ujarnya.

banner 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.